Description:Cemilan yang satu ini termasuk favorit keluargaku. Tiap kali main2 ke RM. Seulawah, anakku pasti minta timphan ini.
Sering di acara-acara tertentu aku sengaja pesen timphan ke Seulawah karena kalo bukan orang Aceh banyak juga yang belum tau apa itu timphan. Tapi kalo udah nyicipin, dijamin ketagihan deh..
Ini resep aku nyatet dari mbak Nana, kakak iparku yang empunya Seulawah. Dan dimuat juga di buku HMFF NCC tahun 20007.
Cerita tentang timphan ini bisa juga dilihat
disini.
Ingredients:SRIKAYA
Bahan:
Telur 8 butir
Santan kental + ¾ gelas (dari 1 btr kelapa)
Gula Pasir ¼ kg, dibagi 2
Adas Manis sejumput
Daun Pandan 2 lembar, sobek-sobek
Terigu 1 sdm
TEPUNG
Bahan:
Labu Kuning + ½ kg, potong kotak kecil
Gula Pasir 3 sdm
Santan encer 1 gelas
Tepung Ketan + ½ kg
Garam secukupnya
Daun Pisang muda secukupnya
Directions:SRIKAYA
Aduk terigu dengan sebagian gula.
Kocok telur dan sebagian gula dengan pengocok manual sampai tercampur rata.
Masukkan santan dan bahan lain. Aduk rata.
Masukkan campuran terigu dan gula.
Masak sambil terus diaduk sampai kental. Dinginkan.
TEPUNG
Rebus labu, santan dan gula sampai ,abu hancur (seperti membuat kolak). Dinginkan.
Campurkan dengan tepung sampai bisa dipulung, tapi tidak keras.
Penyelesaian:
Olesi daun pisang muda dengan minyak.
Ambil adonan tepung + 2 sdt. Bulatkan, tipiskan.
Isi dengan 1 sdt adonan srikaya. Gulung.
Kukus + 10 menit.